Detail Berita
Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim 'Alaihissalam: Upacara Bendera SD IT Annida Sokaraja Tanamkan Semangat Idul Adha dan Puasa Arafah
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka ketika anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamanya, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Ia (Ismail) menjawab: ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’” (QS. Ash-Shaffat: 102)
Sokaraja - Senin pagi, 25 Mei 2026, suasana halaman SD IT Annida Sokaraja dipenuhi semangat nasionalisme dan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang berlangsung mulai pukul 07.10 hingga 08.10 WIB. Kegiatan rutin hari Senin ini menjadi salah satu sarana pembentukan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang cinta tanah air, disiplin, berakhlak mulia, dan berjiwa Islami.
Petugas upacara pada kesempatan kali ini diamanahkan kepada ananda kelas 5 yang melaksanakan tugas dengan penuh keberanian, percaya diri, dan tanggung jawab. Dengan langkah tegap dan semangat yang membara, seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ustadzah Mukharomatul Jannah, S.Pd.Gr. Dalam pembukaan amanatnya, beliau menyapa hangat seluruh peserta upacara dan menanyakan kabar ananda dengan penuh kelembutan dan perhatian, sehingga suasana upacara terasa lebih hidup dan dekat dengan para siswa.
Beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara yang telah menjalankan tugas dengan baik. Menurut beliau, keberanian tampil di depan banyak orang merupakan bentuk latihan mental yang sangat penting untuk membangun rasa percaya diri sejak dini.
Dalam amanatnya, beliau menyampaikan tema tentang Idul Adha dan Puasa Arafah. Beliau mengajak seluruh siswa untuk meneladani kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai contoh nyata tentang ketaatan, kesabaran, serta keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Beliau menjelaskan bahwa Idul Adha bukan hanya sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum untuk melatih hati agar menjadi pribadi yang ikhlas dan rela berkorban demi kebaikan. Nabi Ibrahim AS memberikan teladan luar biasa tentang kepatuhan kepada Allah SWT, sedangkan Nabi Ismail AS menunjukkan sikap sabar dan taat kepada orang tua serta perintah Rabb-nya.
Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang keutamaan Puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Puasa tersebut mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”(HR. Muslim)
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para siswa untuk mulai membiasakan diri mencintai ibadah sejak usia dini. Beliau menekankan bahwa anak-anak hebat bukan hanya yang pintar dalam pelajaran, tetapi juga yang rajin shalat, hormat kepada orang tua dan guru, gemar berbagi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Momen Idul Adha juga menjadi pengingat pentingnya berbagi kebahagiaan melalui ibadah kurban. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan kepedulian sosial. Dengan berbagi, hati menjadi lebih lembut dan tumbuh rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.
Di akhir amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta upacara untuk:
- semakin taat kepada Allah SWT,
- rajin beribadah dan berbuat baik,
- memiliki hati yang ikhlas dan sabar,
- serta peduli dan senang berbagi kepada sesama.
Kegiatan upacara pagi itu pun berlangsung dengan lancar dan penuh hikmah. Tidak hanya menumbuhkan rasa cinta tanah air, tetapi juga memperkuat nilai keimanan dan akhlakul karimah pada seluruh siswa.
✨ “Menjadi generasi hebat bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang hati yang taat, ikhlas, dan penuh manfaat.”