Detail Berita

Foto

Hari Terakhir MPLS Ramah SD IT Annida Sokaraja: Belajar Anti Bullying Bersama Danrem 071/Wijayakusuma, Wujudkan Pelajar Religius, Cerdas, Humanis, dan Rukun Sama Teman

Sokaraja, 17 juli 2026 - Alhamdulillahirabbil 'alamin, rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 SD IT Annida Sokaraja resmi ditutup pada Jumat (17/7/2026) dengan penuh semangat, kebersamaan, dan pembelajaran karakter yang begitu berkesan. Mengusung semangat "MPLS Ceria, Aman & Ramah, Bersama Kita Bisa!", hari kelima sekaligus hari terakhir menjadi momentum untuk menanamkan nilai kepedulian, persaudaraan, serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying.

Kegiatan diawali dengan Bi'ah Islamiyah, di mana seluruh ananda melaksanakan murajaah Al-Qur'an dan Shalat Dhuha berjamaah sebagai ikhtiar mengawali hari dengan hati yang bersih dan penuh keberkahan.

Selanjutnya, seluruh warga sekolah melaksanakan Jumat Resik sebagai implementasi nyata dari materi utama MPLS Ramah, yaitu Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Dengan penuh antusias, ananda bersama ustadz dan ustadzah membersihkan ruang kelas serta lingkungan sekitar sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada pekan berikutnya.

Usai beristirahat dan menikmati sarapan bergizi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), seluruh peserta berkumpul di Aula Lantai 3 untuk mengikuti sesi utama yang paling dinanti.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD IT Annida Sokaraja, Ustadz Nailurrobikh, S.Pd., yang mengawali acara dengan salam khas Annida, Tepuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta tepuk kefokusan yang membuat suasana aula semakin hidup.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kehadiran narasumber dari unsur TNI bukan sekadar memberikan materi, tetapi menjadi inspirasi bagi seluruh ananda agar tumbuh menjadi pribadi yang berani membela kebenaran, menghargai sesama, serta mampu membangun persahabatan yang sehat.

"Hari ini kita sengaja mengundang tokoh dari TNI agar ananda belajar tentang pentingnya saling menghargai, saling melindungi, dan hidup rukun bersama teman. Kita ingin meminimalisir bahkan mencegah terjadinya bullying di lingkungan SD IT Annida Sokaraja. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan Ikrar Pelajar Annida maupun Ikrar Pelajar Indonesia yang mengajarkan untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menjadi pelajar yang berakhlak mulia."

Materi inti kemudian disampaikan oleh Bapak Wahyu, didampingi Bapak Riza, mewakili Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh semangat, suasana aula langsung mencair sejak awal.

Sapaan khas ala tentara yang energik berhasil menarik perhatian seluruh peserta. Gelak tawa semakin pecah ketika pemateri mengajak seluruh ananda mengikuti yel-yel:

"Kedondong... Kedondong...!"
"Kecut... Kecut...!"
"Segerrr... Segerrr...!"

Keseruan semakin terasa ketika Ananda Rafif (Kelas 3) dan Ananda Azhar (Kelas 4) diminta maju ke depan untuk mempraktikkan yel-yel tersebut bersama pemateri. Aksi spontan keduanya sukses mengundang tawa seluruh peserta sehingga aula dipenuhi suasana ceria dan penuh semangat.

Dalam sosialisasi tersebut, pemateri menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti, mengintimidasi, mengolok-olok, mengucilkan, memalak, hingga melakukan perundungan melalui media sosial.

Ananda juga diajak memahami berbagai dampak bullying, baik bagi korban yang dapat mengalami trauma dan kehilangan rasa percaya diri, bagi pelaku yang akan memperoleh citra buruk di lingkungan, maupun bagi siswa lain yang berpotensi meniru perilaku tersebut apabila dibiarkan.

Sebagai upaya pencegahan, pemateri mengajak seluruh peserta untuk saling menghormati, berani meminta bantuan kepada guru apabila mengalami perundungan, meningkatkan rasa percaya diri, serta memahami bahwa setiap teman berhak merasa aman dan bahagia di sekolah.

Penyampaian materi semakin menarik ketika diputar sebuah video animasi tentang perundungan di lingkungan sekolah, sehingga ananda dapat memahami secara nyata bagaimana bullying dapat terjadi serta bagaimana seharusnya menyikapi kondisi tersebut.

Suasana kembali pecah saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu "Rukun Sama Teman" di awal dan penutup sesi. Dengan saling bergandengan tangan, seluruh aula dipenuhi senyum, semangat, dan kebersamaan yang menjadi simbol kuat bahwa setiap anak memiliki hak untuk berteman tanpa rasa takut.

Antusiasme peserta terlihat hingga penghujung kegiatan. Pada sesi tanya jawab, Ananda Andra dari Kelas 4 dengan percaya diri mengangkat tangan dan bertanya mengenai contoh-contoh perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa memahami bullying sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegahnya.

Ketua Pelaksana MPLS Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027, Ustadzah Rizqie Azizah Nuramanah, S.Pd.Gr., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan MPLS Ramah dengan lancar dan penuh semangat.

Beliau berharap seluruh materi yang telah diterima selama lima hari pelaksanaan MPLS tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi benar-benar menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

"Semoga MPLS Ramah tahun ini mampu membentuk karakter ananda menjadi pribadi yang lebih siap memasuki tahun ajaran baru, memiliki semangat belajar yang tinggi, berakhlak mulia, mencintai lingkungan sekolah, serta tumbuh sebagai generasi yang religius, cerdas, dan humanis. Inilah fondasi yang akan mengantarkan ananda menjadi Pelajar Annida yang membanggakan."

Sebelum memasuki sesi Wali Class Time, seluruh ananda, ustadz dan ustadzah, serta narasumber dari Danrem 071/Wijayakusuma melaksanakan foto bersama sebagai kenang-kenangan sekaligus penutup kebersamaan dalam kegiatan Sosialisasi Anti Bullying. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dengan senyum dan semangat seluruh peserta, menjadi simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Wali Class Time, di mana masing-masing wali kelas melakukan evaluasi dan refleksi bersama ananda mengenai rangkaian MPLS Ramah selama lima hari. Pada sesi ini, wali kelas juga memberikan motivasi, menyampaikan berbagai persiapan menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, serta memastikan seluruh ananda siap menyambut tahun ajaran baru dengan penuh semangat dan rasa percaya diri.

Lima hari perjalanan MPLS Ramah SD IT Annida Sokaraja Tahun Pelajaran 2026/2027 telah menjadi pengalaman yang bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan jiwa religius, mempererat ukhuwah, melatih kemandirian, membangun keberanian, serta menanamkan budaya saling menghargai dan peduli terhadap sesama. Berbagai materi yang dikemas secara menyenangkan diharapkan menjadi bekal bagi seluruh ananda untuk memulai perjalanan belajar dengan hati yang gembira, semangat yang tinggi, dan karakter yang semakin kuat.

MPLS RAMAH TELAH USAI, SEMANGAT BELAJAR BARU DIMULAI. Bersama Wujudkan Pelajar Annida yang Religius, Cerdas, Humanis, Berkarakter, Berprestasi, serta Menjadi Sahabat yang Selalu Rukun, Peduli, dan Berani Berkata Tidak pada Bullying.