Detail Berita

Foto

Stadium General LPI Annida Purwokerto: Satukan Visi, Kuatkan Profesionalisme, dan Teguhkan Ruhiyah Pendidik Annida

Sokaraja, 10 Juli 2026 – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Annida Purwokerto menyelenggarakan Stadium General bertema "Satu Visi, Satu Hati: Mengukuhkan Komitmen Profesional dan Kedalaman Ruhiyah Pendidik Annida" yang berlangsung di Aula Lantai 3 SD IT Annida Sokaraja. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan unit, ustadz, ustadzah, dan aidteacher dari TK IT, SD IT, serta SMP IT Annida Sokaraja sebagai bagian dari penguatan komitmen menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027.

Acara dibuka oleh MC, Ustadz Nailurrobikh, S.Pd., yang mengajak seluruh peserta menghadirkan semangat kebersamaan melalui jargon khas Annida:

"Bersama Annida?"

"Mendidik dengan Ilmu, Membimbing dengan Hati!"

Jargon tersebut menggema memenuhi aula dan menjadi simbol tekad seluruh pendidik untuk terus menghadirkan pendidikan yang profesional, berkarakter, dan penuh kasih sayang.

Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menyatukan langkah seluruh insan Annida dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan melalui profesionalisme, keikhlasan dalam melayani, serta penguatan ruhiyah sebagai pondasi utama seorang pendidik.


Sambutan Kepala SD IT Annida Sokaraja

Ustadz Yusuf Sabiq Zaenudin, S.Pd.I.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil'alamin, segala puji hanya milik Allah SWT yang masih memberikan nikmat iman, kesehatan, serta kesempatan kepada kita untuk berkumpul dalam forum yang penuh keberkahan ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang zaman.

Yang kami hormati Ketua Yayasan Annida Purwokerto, Ibu Dr. Ir. Hj. Sudiati, M.S.I., beserta seluruh pimpinan unit, ustadz, ustadzah, dan seluruh keluarga besar LPI Annida Purwokerto.

Hari ini bukan sekadar kegiatan pembuka tahun ajaran baru. Hari ini adalah momentum menyatukan hati, menyamakan arah, dan memperkuat komitmen kita sebagai pendidik.

Tema yang diangkat sangat relevan.

"Satu Visi, Satu Hati."

Visi yang sama akan melahirkan langkah yang selaras. Hati yang sama akan melahirkan kerja sama yang kuat.

Sebagai bekal memasuki tahun pelajaran baru, saya ingin mengajak seluruh pendidik menghidupkan filosofi sederhana namun bermakna, yaitu FATAL.

F — Fokus dalam Mengajar

Fokus bukan hanya hadir di kelas, tetapi hadir sepenuh hati untuk setiap anak. Setiap menit pembelajaran harus bernilai, setiap interaksi harus menjadi inspirasi.

A — Attitude dalam Bertindak

Ilmu akan dihormati ketika dibungkus dengan akhlak. Anak-anak belajar lebih banyak dari keteladanan dibandingkan nasihat.

T — Tekun dalam Mendidik

Mendidik bukan pekerjaan yang instan. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, doa, dan ketekunan untuk melihat perubahan pada diri setiap anak.

A — Antusias dalam Belajar

Guru yang berhenti belajar sesungguhnya sedang berhenti berkembang. Mari menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu menjawab tantangan zaman.

L — Lentur dalam Berorganisasi

Kita bekerja dalam satu tim. Perbedaan pendapat adalah kekuatan selama diikat dengan adab dan tujuan yang sama. Fleksibilitas, komunikasi, dan kolaborasi akan mempercepat kemajuan lembaga.

Mari kita jadikan nilai-nilai FATAL ini sebagai budaya kerja Annida.

InsyaAllah ketika kita fokus, berakhlak, tekun, terus belajar, dan mampu berkolaborasi, maka tema "Satu Visi, Satu Hati" bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang menguatkan seluruh keluarga besar Annida.

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan pada setiap langkah pengabdian kita.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Sambutan dan Materi Ketua Yayasan Annida Purwokerto

Dr. Ir. Hj. Sudiati, M.S.I.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan.

Saudara-saudaraku para pendidik Annida yang saya cintai karena Allah.

Menjadi guru bukan sekadar profesi.

Menjadi guru adalah amanah.

Menjadi guru adalah ibadah.

Dan menjadi guru di Annida berarti kita sedang membangun generasi umat yang akan menentukan wajah peradaban di masa depan.

Karena itu, tema hari ini bukan hanya berbicara mengenai profesionalisme, tetapi juga mengenai penyatuan hati.

Profesional tanpa ruhiyah akan melahirkan pendidik yang bekerja karena target.

Sebaliknya, ruhiyah tanpa profesionalisme akan menghasilkan semangat yang belum tentu berdampak maksimal.

Maka keduanya harus berjalan beriringan.


1. Profesionalisme Berbasis Amanah

Profesionalisme bukan sekadar hadir tepat waktu.

Profesional berarti terus meningkatkan kompetensi, memperbaiki kualitas pembelajaran, menguasai teknologi, berkolaborasi, dan selalu mengevaluasi diri.

Guru terbaik adalah guru yang setiap hari lebih baik daripada hari sebelumnya.


2. Ruhiyah Sebagai Pondasi Pendidikan

Hati guru menentukan suasana kelas.

Anak-anak mungkin lupa materi yang kita ajarkan.

Namun mereka tidak akan pernah lupa bagaimana kita memperlakukan mereka.

Karena itu, mari menjaga shalat, tilawah, dzikir, dan keikhlasan agar Allah menjaga hati kita dalam mendidik.


3. Pendidikan Inklusif adalah Wujud Rahmat Islam

Salah satu pembahasan penting hari ini adalah implementasi pendidikan inklusif.

Pendidikan inklusif berarti sekolah menyesuaikan layanan terhadap kebutuhan setiap anak melalui modifikasi kurikulum, pembelajaran, sarana, maupun penilaian sehingga seluruh peserta didik memperoleh layanan optimal sesuai kebutuhannya.

Artinya...

Yang harus berubah bukan anak.

Tetapi cara kita melayani anak.

Sekolah yang hebat bukan sekolah yang hanya menerima anak-anak yang mudah diajar.

Sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu membuat setiap anak berkembang sesuai potensinya.


4. Setiap Anak Adalah Amanah

Dalam pendidikan inklusif, setiap anak memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing.

Karena itu guru perlu melakukan identifikasi, asesmen, memahami kekuatan dan hambatan belajar anak sebelum menyusun strategi pembelajaran yang sesuai.

Jangan pernah memberi label negatif.

Jangan pernah membandingkan.

Temukan potensi terbaik mereka.


5. Guru Tidak Bekerja Sendiri

Pendidikan inklusif menuntut kolaborasi antara kepala sekolah, guru kelas, guru pendidikan khusus, orang tua, psikolog, dan berbagai pihak lainnya dalam merancang layanan terbaik bagi peserta didik.

Keberhasilan seorang anak bukan hasil kerja satu guru.

Melainkan hasil kerja seluruh ekosistem pendidikan.


6. Bangun Kelas yang Ramah

Sekolah inklusif adalah sekolah yang:

  • menerima keberagaman,

  • menghargai perbedaan,

  • menciptakan kelas yang hangat,

  • menghadirkan pembelajaran yang interaktif,

  • serta melibatkan orang tua sebagai mitra pendidikan.

Anak akan berkembang ketika ia merasa diterima.


7. Annida Harus Menjadi Rumah Kedua

Saya berharap seluruh guru Annida menjadi orang tua kedua bagi seluruh peserta didik.

Tidak ada anak yang ditinggalkan.

Tidak ada anak yang merasa berbeda.

Tidak ada anak yang kehilangan harapan.

Mari jadikan sekolah ini sebagai rumah yang aman, nyaman, dan membahagiakan.

Karena sesungguhnya keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari lahirnya generasi yang beriman, berakhlak, mandiri, serta mampu menghargai sesama.

Semoga Allah SWT menjadikan setiap langkah kita sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


Penutup Berita

Kegiatan Stadium General berlangsung dengan penuh antusiasme. Seluruh peserta mengikuti sesi materi, diskusi, dan refleksi dengan semangat kebersamaan. Di akhir acara, seluruh keluarga besar LPI Annida Purwokerto melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol kuatnya sinergi dan komitmen dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas, profesional, serta ramah bagi seluruh peserta didik.

Melalui Stadium General ini, diharapkan seluruh pendidik Annida semakin mantap melangkah menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan semangat kolaborasi, pelayanan terbaik, dan dedikasi yang dilandasi nilai-nilai keislaman, sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Tagline:

"Satu Visi, Satu Hati. Bersama Annida, kita menguatkan profesionalisme, menumbuhkan ruhiyah, merangkul setiap perbedaan, serta mendidik dengan ilmu dan membimbing dengan hati demi lahirnya generasi Qur'ani yang unggul dan berkarakter."